Rabu, 22 April 2015

Foto Kondisi Bibit yang Diterima Koptan Cintaasih







LAPORAN PENDAMPINGAN TPM


LAPORAN PENDAMPINGAN TPM KOPTAN CINTAMUKTI DESA CINTAASIH KEC. GEKBRONG KAB. CIANJUR
PROGRAM PLKSDA-BM TAHUN 2012

MAKSUD DAN TUJUAN PENYUSUNAN LAPORAN ADALAH :

a.       Sebagai bentuk tanggung jawab dan tugas pendampingan yang dilakukan oleh TPM Program Tahun 2012.
b.      Sebagai bentuk penyampaian informasi kondisi lokasi program PLKSDA-BM pada periode tahun kedua.
c.       Sebagai bahan acuan dan rekomendasi pihak-pihak terkait dalam pengelolaan lahan kritis, khususnya pelaksanaan PLKSDA-BM di Kabupaten Cianjur.

RUANG LINGKUP KEGIATAN :
Ruang lingkup kegiatan pendampingan dalam rangka pemberdayaan meliputi beberapa aspek diantaranya :
1.      Aspek Kelembagaan :
Pada pendampingan periode kedua ini masih terus dilakukan penguatan institusi kelembagaan, penguatan kapasitas dan managerial organisasi, dan penguatan partisipasi anggota dalam organisasi.
2.      Aspek Sipil Teknis
Peningkatan teknis lahan, operasional dan pemeliharaan bibit. Selain itu pendampingan juga diarahkan pada penguatan aspek teknis perkebunan rakyat sebagai percontohan. Selain itu managerial produksi, pemasaran dan managerial usaha tani.
3.      Aspek Sosial Ekonomi
Terus mendorong dan memotifasi dengan merubah paradigma dan pola berpikir petani melalui penguasaan managemen usaha, peluang pasar dan akses modal, dimana diharapkan adanya perubahan prilaku petani yang asalnya pasif menjadi aktif dalam mengelola dan managemen usaha taninya.
REALISASI KERJA
1.      Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan
Sesuai dengan tahapan dan jadwal baik pada program lama (memasuki periode tahun kedua) terus dilakukan pendampingan baik kelembagaan maupun sipil tekhnis. TPM juga melakukan koordinasi persiapan dan pemeliharaan untuk lahan tambahan seluas 5 hektar Kelompok Tani Cintamukti Desa Cintaasih Kecamatan Gekbrong Cianjur, dengan adanya itu pendamping berkonsultasi dengan Satuan Kerja (Satker) Bappeda dan Dishutbun. Selain itu lewat masukan dan bimbingan Konsultan Tekhnis Bangda bahwa tambahan 5 hektar masuk pada program lama, baik dari kelembagaan maupun pengelolaan tekhnis. Hal itu juga berdasarkan hasil musyawarah kelompok dan desa.

PERMASALAHAN
Untuk lahan program tahun 2012 seluas 10 hektar dan memasuki periode tahun kedua ada beberapa permasalahan yang muncul :
1.    Sejak akhir tahun 2012 dimana pengiriman saprodi dan bibit banyak yang tidak sesuai dengan rencana dan harapan petani, meski pada akhirnya ada pergantian bibit dengan jumlah sesuai dengan perintaan petani. Pada waktu itu sempat terjadi kekecewaan di tingkat petani meski sudah diluruskan kalau program 2012 sangat mepet dengan perencanaan program.
2.    Kondisi pembentukan kelompok tani yang masih baru, sehingga kepengurusan masih belum epektif meski secara perlahan bisa memahaminya.
3.    Masyarakat yang masih malu-malu sehingga belum efektif dalam berkomunikasi.
4.    Ada sebagian petani anggota kelompok yang masih belum memiliki rasa memiliki dan paham akan program, sehingga ada yang sebagian bibit ditanam di lokasi yang belum masuk program tahun 2012.
5.    Sipil tekhnis pengadaan sumur siraman yang hingga kini keberadaanya masih belum epektif, sebab ada harapan dari petani saat pihak Bangda melaksanakan monev ke Koptan Cintamukti Gekbrong siap membantu pengadaan bak penampung, namun hingga kini belum terwujud. Sehingga terkesan dibiarkan dan masih belum bisa mewujudkan harapan para petani.
ANALISIS PERMASALAHAN
a.    Keluhan soal bibit pada program 2012 sudah ditanggapi dengan pengadaan bibit baru, meski jumlahnya tidak sesuaia dengan RAB awal.
b.   Kelompok tani dilakukan peningkatan penguatan melalui berbagai kegiatan dan pertemuan baik oleh TPM, Satker dan Konsultan Bangda.
c.    Komunikasi secara rutin dengan TPM serta pemberian pemahaman terus menerus sehingga petani paham program PLKSDA-BM.
d.   Diberikan pemahaman akan manfaat adanya tambal sulam bagi pemilik lahan yang sudah penuh, sehingga pohon yang sudah ada tidak usah ditebang, tetapi dengan sendirinya setelah besar, bisa digantikan dengan pohon dari program PLKSDA-BM
e.    TPM dan Koptan terus melakukan koordinasi dengan Satker yang awalnya dijanjikan untuk pengadaan bak penampung akan masuk pada anggaran ajuan perubahan (APBD) perubahan (ABT), tetapi dengan kondisi keuangan pemerintah hingga kini masih belum terealisasi. Begitupun pengajuan pada pihak Bangda lewat berbagai kegiatan terus disampaikan.

TPM Koptan Cintamukti
Desa Cintaasih Kec. Gekbrong Kab. Cianjur



ttd

             Nanang Rustandi

Koptan Cintamukti Cintaasih Panen Tanaman Semusim



Nanang Rustandi MH)*

SEJAK dimulai penanaman program ini, anggota kelompok sudah melakukan penanaman tanaman semusim, meski dalam pelaksanaan Program Penanganan Lahan Kritis Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM), khususnya di Kelompok Tani Cinta Mukti Desa Cintaasih Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur ini, tidak tepat sesuai jadwal.
Penanaman tanaman semusim baru bisa dilaksanakan pada bulan Desember 2012 akhir. Sebab, pada waktu penanaman tanaman pohon-pohonan dan buah-buahan juga sempat terjadi pemunduran waktu yang seharusnya pada bulan Oktober dan November 2012, namun akhirnya dilaksanakan pada akhir Desember 2012.
Pemunduran waktu ini juga berimbas pula pada pola tanaman petani yang tidak serempak. Ada beberapa petani yang sudah dari awal menanam dengan pola tanam yang sudah biasa dilakukan, seperti Jagung, Kacang Tanah, Cabe, Jahe, Kacang Panjang, Ubi Jalar, Singkong, Terung, Mentimun, Pisang, dan lain sebagainya. Sebab, prinsif petani tidak harus selalu mengikuti jadwal dari program, selain karena sudah jadi kebiasaan pendapatan sehari-hari dari tanaman semusim, juga karena dipastikan tak tepatnya waktu penerimaan bantuan bibit program PLKSDA-BM tahun 2012.
Dari sebanyak 52 anggota Kelompok Tani Cinta Mukti Desa Cintaasih, Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur, hanya sekitar 20 orang saja yang mendapatkan bantuan tanaman semusim. Selain karena terbatas jumlah bibit yang diterima petani, ada sebagian juga yang menolak bantuan bibit tanaman semusim. Rendahnya kualitas bibit dapat dipastikan petani akan merubah pola tanaman yang sudah mulai ditanaman semenjak bulan 5 sampai bulan 6, sehingga apabila yang sudah ada diganggu, maka kualitas tanamanpun akan rusak (pundung bahasa sunda).
Dari tiga jenis bibit tanaman semusim yang diterima Koptan Cinta Mukti Cintaasih, pada program PLKSDA-BM, diantaranya Kacang Tanah, Jagung dan Kapolaga, hanya dua jenis tanaman semusim yaitu Jagung dan Kacang Tanah yang paling dinanti petani. Meski untuk jenis Kapolaga juga ditanam pada lokasi lahan yang masih kosong. Petani beranggapan kalau Kapolaga bisa memakan waktu dua atau tiga tahun untuk bisa dipetik hasilnya.
Jumlah tanaman semusim seperti Jagung yang diterima Kelompok Cinta Mukti Desa Cintaasih Gekbrong Cianjur ini hanya 5 kilogram dan bibit kacang tanah sebanyak 20 kilogram. Anggota kelompok yang menerima bibit Jagung itu antara lain, H Muhtar 1 kilogram, Bah Oha 2 kilogram, Julaeha 1 kilogram dan Anom 1 kilogram. Minimnya jatah bibit jagung yang diterima petani membuat tak semua petani bisa menanam tanaman semusim. Meski jatah tersebut bena-benar diberikan pada anggota kelompok yang dijamin akan ditanamn.
Selain sedikit, kualitas bibit jenis jagung yang diterima juga tak memadai, ya karena lokal. Hal itu diakui Ketua Kelompok A Hidayat (Pa Alit). Ia membandingkan hasil dari kualitas jagung yang baik dengan kualitas jagung yang kurang bagus. Menurutnya, seperempat kilogram jenis jagung yang bagus, akan menghasilkan ratusan kilogram jagung. Merk bibit jagung yang diterima itu bernama ‘Jambore’. Padahal kata dia ada jenis bibit yang bagus yaitu dari merk ‘Talenta’, ‘Hawai’ atau ‘Golden’.
Begitu juga untuk bibit tanaman semusim Kacang Tanah juga hanya mendapat jatah 20 kilogram dengan jenis bibit merk ‘Anoa’. Maka hasilnya pun tak maksimal, dari 5 kilogram hanya jadi 60 kilogram, dari 3 hanya jadi 22 kilogram. Hasil dari panen tanaman semusim kacang tanah ini atas inisiatif kelompok, maka dibibitkan kembali dengan cara dijemur agar kering untuk kembali dijadikan bibit.
Bibit Kacang Tanah yang dapat antara lain, Ma Ehoy 1 kilogram, Anom 1 kilogram, Harun 3 kilogram, A Hidayat 3 kilogram, H Muhtar 5 kilogram, H Cicah 1 kg, Badin 1 kg, Asep Anwar 1 kg, Odih 1 kg, Jali 1 kg, Ikin 1 kg, Abdul 1 kg. Para petani juga mengakui, jika pola tanam kacang tanah ditanam bukan pada waktunya, imbasnya bukan hanya dari hasil panen yang minim, tanaman juga banyak yang terkena hama kuuk atau ulat tanah, sehingga panen banyak yang gagal.
Menurut aturan seharusnya tanaman kacang tanah baiknya ditanam pada bulan 8,9 dan 10 tahun 2012. Karena hujan pertama pada bulan 8, kalau ada hujan waktu yang tepat pada bulan 9 dan 10 paling telat, tetapi pada tahun ini melebihi dari jadwal yang bukan saatnya menanam.
Adapun hasil dari panen para petani seperti yang dialami H Muhtar dari bibit jagung sebanyak 1 kilogram, hasilnya 250 kilogram dengan harga jual Rp 2000 per kilogramnya. Selain jagung dia juga menanam kacang tanah yang asalnya 5 kilogram membuahkan hasil sebanyak 65 kilogram. Begitu juga A Hidayat yang menanam bibit kacang tanah sebanyak 3 kilogram menghasilkan 625 kilogram. Epon yang menaman bibit jagung sebanyak 2 kilogram, tetapi alasan kualitas bibit dan kondisi unsur hara tanah yang kurang baik, sehingga ia alami puso putih. Namun, tak begitu bagi Anom yang menanam bibit jagung 1 kilogram, setelah bibit disortir hanya terpilih setengah kilogram bibit yang layak ditanam. Hasil setelah panen sebanyak 150 kilogram yang jual Rp. 2000 per kilogramnya.
Begitupun dengan Julaeha yang mendapat bibit jagung sebanyak 1 kilogram dan setelah panen menghasilkan 150 kilogram. Ayi juga tanam 1 kilogram kacang tanah dan setelah panen jadi 13 kilogram. Sedangkan para petani yang belum panen diantaranya, Cicah, Harun dan Ikin.
Meski begitu para petani, khususnya kelompok PLKSDA-BM mengakui meski pola tanam tanaman semusim tak maksimal, dan kualitas bibit yang masih jauh dari harapan, akan tetapi bisa menikmati hasil yang cukup lumayan. Para petani berharap ke depan pemeritah, Ditjen Bangda Kemendagri, Bappeda Kabupaten Cianjur dan Dinas Kehutanan Kabupaten Cianjur dapat memfasilitasi kebutuhan penghijauan, khususnya pada tanaman semusim dapat lebih maksimal lagi. Keuntungan pun tak hanya bisa dirasakan petani juga pemerintah.(Ditulis Oleh TPM Desa Cintaasih Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur)